Siapkah Jalur Mudik 2009???

26 07 2009

Dari panjang jalan sekitar 8.000 km pada jalur utama yang akan digunakan arus mudik lebaran dan 3.000 km jalur alternatif, masih terdapat seksi-seksi jalan yang saat ini tengah direhabilitasi dan direkonstruksi. Namun H-10, jalur-jalur tersebut sudah dapat digunakan oleh para pemudik. Demikian disampaikan Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak dalam Kabinet Indonesia Bersatu di TVRI, Kamis (23/7) bersama Direktur Lalu Lintas Mabes Polri Brigjen Djoko Susilo.

http://www.pu.go.id/

Masalah tahunan yaitu mudik Lebaran kayaknya udah jadi masalah transportasi yang sangat ruwet di Indonesia. Setiap tahun menjelang mudik, pasti Jalur-jalur Mudik selalu jadi perhatian. Terutama Pantura.

800px-Kyiv_traffic_jam

Kenapa selalu Pantura yang jadi andalan???

Pengalihan dan pengenalan jalur2 alternatif kayaknya tidak berdampak banyak ke Jalur Pantura, kemacetan tetap saja terjadi. Jalur Selatan yang diharapkan mampu mengalihkan juga belum jelas kelanjutannya.

Nampaknya kurang seriusnya menyiapkan jalur alternatif menjadi kendala utama mengapa Pantura tetap jadi pilihan utama untuk mudik.

Kualitas jalan yang tidak sebaik jalan di Pantura, Fasilitas jalan seperti Pom Bensin, tempat beristirahat, juga sangat kurang. Apalagi ditambah dengan pengamanan di jalur alternatif yang dinilai masih kurang membuat jalur alternatif kalah pamor dibandingkan Pantura.

Peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan jalur alternatif dirasa jadi solusi jangka panjang yang tepat buat mengurai masalah yang terjadi di Pantura. Pembuatan jalur khusus, sehingga pantura tidak disesaki semua kendaraan, peningkatan kualitas jalan, pengalihan jalur untuk kendaraan tertentu, pelebaran jalan, dan penambahan ruas-ruas baru yang lebih mudah diakses secara teknis dapat menambah kapasitas jalur alternatif.

Namun jika dana yang menjadi lalasan, mungkin penerapan manajemen transportasi yang berbeda bisa menjadi solusi yang sedikit hemat.

Peningkatan kualitas keamanan, pembuatan peta2 jalur alternatif dan men-digitalisasi-nya sehingga dapat diakses lewat GPS, sosialisasi jalur alternatif adalah beberapa yang bisa diterapkan.

Pelibatan masyarakat dalam peningkatan kualitas ini juga menjadi hal yang efektif untuk menarik pengguna PAntura untuk sedikit beralih ke jalur alternatif. Disini peran serta Pemda sangat diperlukan, membangkitkan kesadaran masyarakat tentang potensi jalur alternatif akan membawa masyakakat untuk membaut fasilitas2 seperti rumah makan, tempat istirahat  tempat rekreasi dengan sendirinya, Peran aktif Pemda untuk mengembangkan potensi wisata yang ada juga dapat dijadikan pemicu untuk menggerakkan roda ekonomi di sekitar jalur alternatif, dan yang terakhir koordinasi antar stakeholder agar manajemen yang diterapkan tidak benrjalan sepotong-sepotong sehingga jalur alternatif menjadi satu jaringan tersendiri yang mampu mengimbangi pantura.

Seperti ROUTE 66 di Amerika yang walaupun bukan lagi menjadi jalur utama, namun tetap eksis sebagai jalur wisata dengan pemandangan yang ditawarkan.

CaliforniaRoute66

Semoga bisa jadi pertimbangan untuk pihak yang berwenang menangani Transportasi saat mudik agar banyaknya masalah saat mudik bisa diminimalisir.

Nuwun

Dheenz

Iklan




Bisa nggak ya???

14 07 2009

suramadu

Kesuksesan pembangunan Jembatan Suramadu yang monumental membuat pembahasan mengenai pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) kembali menghangat. Jembatan yang kabarnya bakal menjadi salah satu jembatan terpanjang di Asia Tenggara adalah sebuah mega proyek ambisius yang  sudah direncanakan dalam tata ruang nasional.

Telah terbukti bahwa Engineer Indonesia mampu menghasilkan bangunan konstruksi tingkat tinggi -dalam hal ini jembatan- Jembatan Sungai Barelang, Jembatan Grand Wisata, Jembatan Pasupati dan tentu saja Jembatan Suramadu. Namun, satu hal yang menurut saya masih menjadi kelemahan bangsa Indonesia.

barelang

Satu pertanyaan besar, apakah kita mampu merawatnya agar umurnya sesuai umur rencana???

grand wisata

Melihat dari proyek jembtan teknologi tinggi di luar negeri, selain proses konstruksi yang baik, manajemen perawatan yang diterapkan juga baik.

Pada Golden Gate Bridge, pengecatan rutin dan cheking kabel dilakukan secara hati2 dan sesuai prosedur. Pada Jembatan Millau Viaduct, pemantauan terhadap pengguna jembatan dilakukan dengan sangat ketat sehingga jika ada pengendara yang berhenti di tengah jembatan, pengelola akan segera mengirim petugas untuk memperingatkan. Pengelola juga tidak setengah-setengah dalam menjadikan Jembatan-jembatan ini sebuah tempat tujuan wisata. Pengembangan kawasan di sekitar jembatan2 monumental ini sangat mendukung dalam perkembangannya sebagai tujuan wisata.

millau viaduct

Apakah dengan manajemen pengelolaan yang ada saat ini, kita mampu menjaga jika JSS benar-benar dibangun nanti???bukannya skeptis atau apa, berkaca dari Suramadu, baru beberapa saat dibuka, banyak kelngkapan jembatan yang sudah hilang, belum lagi peralatan penting seperti SHMS yang belum terpasang. Jika terwujud, JSS akan menjadi jembatan yang membutuhkan keseriusan pengelolaan megingat betapa mahal investasi dan rumitnyakeadaan alam yang harus dihadapi. SDM dan sistem yang ada harus benar-benar siap.  Rasanya kita harus banyak belajar dari negara lain dalam hal merawat infrastruktur.

pasupati

Maju terus Dunia konstruksi INDONESIA!!!!

NUWUN

dheenz.