Semester Baru….

18 02 2009

Senin, 16 Februari 2009….

hari baru dimulainya kuliah semester enam…

Nggak kerasa ya, udah 5 semester kita lewati dengan darah dan air mata, eh tenyata alhamdulillah masih banyak yang bertahan…

Mungkin hidup kita udah “Civil engineering Life” kali ya???

Hehehe,,,

Semester ini kabarnya kuliah dan tugas jadi tambah berat, tapi ya toh Je-Er kemarin bisa kita lewati dengan baik to???Jadi,semester 6 must go on….

Kita udah jadi angkatan tua, bentar lagi KP, lalu nulis TA, 3 tahun koq rasanya cepet ya?????

Oke, teman..

Ayo semangat kuliah, semangat ngerjain tugas, yang masih ngulang ato make up juga semangat (termasuk saya neh…)…..

Bravo….

Nuwun

By dheenz

Iklan




Banjir, Banjir……..

3 02 2009

Jum’at siang sampai sabtu pagi hujan dengan begitu derasnya mengguyr kota Solo . .

Akibtnya udah bisa ditebak, banjir datang lagi….

Beberapa kecamatan di Solo banyak yang terendam, bahkan ada yang nyampe 1,5 m. Dengan sigapnya warga saling bahu membahu berupaya melawan banjir…

Pertannyaanya, kenapa koq banjir dateng tiap tahun??

Apa sih solusinya????

Berdasarkan Press Release oleh dosen2 JTS FT UNS yang jadi Headline Solopos tanggal 3 Februari 2009, Solo itu ternyata butuh kolam penampungan sementara buat menahan air jika sungai udah nggak sanggup lagi menpung air hujan. Menurut Pak Mamok kolam itu cukup berukuran 4×4 dengan kedalaman cukup 3 meter saja. Kolam itu diletakkan disepanjang aliran sungai disamping tanggul tanggul yang sudah ada.

Terus menurut pak Adi Yusuf, sebenarnya sejak tahun 1987 kota Solo sudah mempunyai MasterPlan drainase, hanya saja nggak ada follow upnya. Sampai akhirnya pada tahun 2003, Pemkot Solo bekerjasama dengan JTS FT UNS menyusun kembali masterpaln tersebut dengan bebrapa penyesuaian. Setelah 3 tahun perencanaan, pada tahun 2006 MasterPlan drainase Kota Solo yang terdiri dari Drainase Solo Utara dan Drainase Solo Selatan yang dipisah oleh kali Pepe.

Pada Tahun ini Detail Engineering Design sudah terbentuk, dan anggaran dari Pemkot Solo juga sudah ada.

Terus, peran masyarakat juga nggak bisa diabaikan begitu saja. Masyarakat yang kurang peduli juga berpengaruh terhadap banjir. Alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman serta alih fungsi hutan dari tanaman keras menjadi lahan pertanian juga menjadi penyumbang besar terjadinya banjir.

Kapan ya Solo kita tercinta bebas dari banjir?????

Nuwun,

Wassalam..