Perpanjangan landasan Bandara Adisutjipto terkendala

10 08 2008

Yogyakarta–Rencana perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta sampai sekarang masih terkendala masalah pembebasan tanah milik warga yang terkena proyek itu.

“Perpanjangan landasan pacu ini untuk sisi timur, sehingga masuk ke kampung, dan sampai sekarang pembebasan tanahnya masih mengalami kendala, karena belum ada standar harga tanah,” kata Asisten Manajer Pelayanan PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Hanad Prayitno, Minggu.

Menurut dia, rencananya landasan akan diperpanjang lagi sekitar 300 meter ke arah timur, sehingga nantinya akan lebih aman untuk pendaratan maupun terbang pesawat ukuran besar.

“Saat ini panjang landasan sekitar 2.200 meter, dan diperpanjang lagi 300 meter sehingga nantinya panjang landasan menjadi 2.500 meter, sesuai standar internasional,” katanya.

Ia mengatakan untuk perpanjangan landasan akan dibuat terowongan sebagai jalan masuk ke komleks Akademi Angkatan Udara (AAU).

“Nanti untuk jalan masuk ke komleks AAU akan dibuat jembatan atau terowongan, sehingga tidak memindahkan jalan yang sudah ada,” katanya.

Kata dia, saat ini masih terus dilakukan berbagai persiapan, dan diharapkan dalam waktu dekat pembangunan perpanjangan landasan mulai dikerjakan.

Hanad mengatakan PT Angkasa Pura telah membangun akses jalan di sisi timur landasan atau sisi utara tempat terperosoknya pesawat Garuda tahun lalu, guna mempermudah penanganan kejadian yang sifatnya darurat atau emergency.

“Dengan akses jalan tersebut, penanganan terhadap hal-hal yang sifatnya emergency dapat dilakukan dengan cepat dan jaraknya dekat, terutama untuk mobilitas mobil pemadam kebakaran, mobil ambulance maupun upaya pertolongan lainnya,” katanya.

Menurut dia, dalam penanganan pada kecelakaan pesawat Garuda tahun lalu hal tersebut menjadi kendala, sehingga pertolongan terlambat.

Ia mengatakan untuk mendukung transportasi terpadu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada 23 Agustus nanti akan diresmikan sarana terpadu di kawasan bandara.

“Sarana terpadu ini meliputi underpass dari area parkir menuju terminal bandara, stasiun kereta api Maguwo, serta menuju halte bus Trans Jogja,” katanya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: